Materi Lengkap Kardiorespirasi Atau Pernapasan Pada Manusia


Sistem pernapasan pada manusia adalah sistem menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar. Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air. Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi. Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme pernapasan.

Saluran pernapasan atau tractus respiratorius (respiratory tract) adalah bagian tubuh manusia yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tampat pertukaran gas yang diperlukan untuk proses pernapasan. Saluran ini berpangkal pada hidung atau mulut dan berakhir pada paru-paru.
Manusia membutuhkan suply oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut.

Pertukatan gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran gas.

Pernapasan/kardiorespirasi

Berikut adalah bagian-bagian organ alat pernapasan pada manusia.
1.1. Hidung (Cavum Nasalis)
Selain sebagai salah satu organ alat pernapasan manusia, hidung juga berfungsi sebagai salah satu dari 5 indera. Hidung berfungsi sebagai alat untuk menghirup udara, penyaring udara yang akan masuk ke paru-paru, dan sebagai indera penciuman.
1.2. Tekak (Faring)
Faring merupakan persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan (saluran pernapasan) dan rongga mulut ke kerongkongan (saluran pencernaan). Pada bagian belakang faring terdapat laring. Laring disebut pula pangkal tenggorok. Pada laring terdapat pita suara dan epiglotis atau katup pangkal tenggorokan. Pada waktu menelan makanan epiglotis menutupi laring sehingga makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Sebaliknya pada waktu bernapas epiglotis akan membuka sehingga udara masuk ke dalam laring kemudian menuju tenggorokan.

1.3. Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Di paru-paru trakea bercabang dua membentuk bronkus. Dinding tenggorokan terdiri atas tiga lapisan berikut.


Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat.

Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun atas 16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Bagian belakang cincin tulang rawan ini tidak tersambung dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan trakea tetap terbuka.
Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak lendir. Lendir ini berfungsi menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara. Selanjutnya, debu dan mikroorganisme tersebut didorong oleh gerakan silia menuju bagian belakang mulut. Akhirnya, debu dan mikroorganisme tersebut dikeluarkan dengan cara batuk. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasan.

1.4. Cabang Tenggorokan (Bronkus)
Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju paru-paru kiri. Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang, sempit, dan mendatar daripada yang ke arah kanan. Hal inilah yang mengakibatkan paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit. Struktur dinding bronkus hampir sama dengan trakea. Perbedaannya dinding trakea lebih tebal daripada dinding bronkus. Bronkus akan bercabang menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

1.5. Bronkiolus
Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan tetapi rongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke alveolus.

1.6. Alveolus
Bronkiolus bermuara pada alveol (tunggal: alveolus), struktur berbentuk bola-bola mungil yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.

1.7. Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura). Kapasitas maksimal paru-paru berkisar sekitar 3,5 liter.

Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi biasa, kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.

Setelah kita melakukan ekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.

Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara komplementer, dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.

1. Proses Pernapasan Manusia
Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut: rongga hidung > faring > trakea > bronkus > paru-paru (bronkiolus dan alveolus).

Proses pernapasan pada manusia dimulai dari hidung. Udara yang diisap pada waktu menarik nafas (inspirasi) biasanya masuk melalui lubang hidung (nares) kiri dan kanan selain melalui mulut. Pada saat masuk, udara disaring oleh bulu hidung yang terdapat di bagian dalam lubang hidung.

Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.

Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.

Setelah melewati rongga hidung, udara masuk ke kerongkongan bagian atas (naro-pharinx) lalu kebawah untuk selanjutnya masuk tenggorokan (larynx).

Setelah melalui tenggorokan, udara masuk ke batang tenggorok atau trachea, dari sana diteruskan ke saluran yang bernama bronchus atau bronkus. Saluran bronkus ini terdiri dari beberapa tingkat percabangan dan akhirnya berhubungan di alveolus di paru-paru.
Udara yang diserap melalui alveoli akan masuk ke dalam kapiler yang selanjutnya dialirkan ke vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Gas oksigen diambil oleh darah. Dari sana darah akan dialirkan ke serambi kiri jantung dan seterusnya.

Selanjutnya udara yang mengandung gas karbon dioksida akan dikeluarkan melalui hidung kembali. Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.

Ringkasan jalannya Udara Pernapasan:

Udara masuk melalui lubang hidung
melewati nasofaring
melewati oral farink
 melewati glotis
 masuk ke trakea
 masuk ke percabangan trakea yang disebut bronchus
 masuk ke percabangan bronchus yang disebut bronchiolus
 udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut alveolus (jamak: alveoli)

2. Bagian-Bagian Sistem Pernapasan Pada Manusia
Berikut adalah bagian-bagian anatomi sistem pernapasan pada manusia. Semua penjelasannya menggunakan Bahasa Indonesia.

Berdasarkan gambar sistem pernapasan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa sistem pernapasan pada manusia terdiri dari:

Hidung
Rongga hidung
Concha
Langit-langit lunak
Pharink
Larink
Trakea
Rongga pleura
Paru-paru kanan
 Paru-paru kiri
Tulang rusuk
Otot intercosta
Diafragma

3. Jenis-Jenis Pernapasan Pada Manusia
Jenis-jenis pernapasan pada manusia dibagi menjadi dua jenis. Yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

4.1. Pernapasan Dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
 Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru.

Mekanisme ekspirasi pernapasan dada adalah sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

4.2. Pernapasan Perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.


Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
 Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:

sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk

Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.
Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan (medulla oblongata) yang terdapat di otak. Sedangkan keinginan bernafas adalah karena adanya rangsangan dari konsentrasi CO2 dalam darah. Bila kita menahan napas dalam waktu tertentu, maka dorongan untuk bernapas semakin besar. Ini terjadi karena kadar CO2 dalam darah semakin meningkat dan akan memacu pusat pernapasan agar organ pernafasan melakukan gerakan bernafas.

VOLUME UDARAPERNAPASAN
Volume udara yang dipernafaskan sangat bervariasi, sebab dipengaruhi oleh cara dan kekuatan seseorang melakukan respirasi. Udara yang dipernafaskan oleh tubuh dapat digolongkan menjadi:


Volume Tidal (VT) : Volume udara yang keluar masuk paru-paru sebagai akibat aktivitas pernapasan biasa (500 cc).
Volume Komplemen (VK) : Volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal ke dalam paru-paru setelah inspirasi biasa (1500 cc)
Volume Suplemen (VS) : Volume udara yang masih dapat dihembuskan secara maksimal dari dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi biasa (1500 cc)
Volume Residu (VR) : Volume udara yang selalu tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi sekuat-kuatnya (1000 cc)
Kapasitas Vital (KV) : Volume udara yang dapat dihembuskan sekuat-kuatnya setelah melakukan inspirasi sekuat-kuatnya (KV = VT + VK + VS)
Kapasitasi Total (KT) : Volume total udara yang dapat tertampung di dalam paru-paru (KT = KV + VR)

FREKUENSI PERNAPASAN
Pada umumnya setiap menit manusia mampu bernapas antara 15 – 18 kali. Cepat atau lambatnya manusia bernapas dipengaruhi oleh beberapa faktor,  antara lain:

Umur, umumnya makin bertambah umur seseorang akan makin rendah frekuensi pernapasannya
Jenis kelamin, umumnya laki-laki lebih banyak gerak, sehingga lebih banyak memerlukan energi
Suhu tubuh, makin tinggi suhu tubuh semakin cepat frekuensi pernapasannya
Posisi tubuh, ini berpengaruh terhadap mekanisme inspirasi dan ekspirasi
Kegiatan, karena orang yang giat melakukan kegiatan memerlukan lebih banyak energi dari pada orang yang sedang santai

PROSES PERTUKARAN O2 DAN CO2
Dalam transpTrnsportasi gas di mulai dari:

Jumlah 02 di udara
Masuknya udara ke dalam alveoli
Proses bertukarnya gas di alveoli
Di bawa atau diikat oleh HB
Di edarkan oleh jantung
Proses pertukaran di jaringan

Pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida terjadi melalui proses difusi. Proses tersebut terjadi di alveolus dan di sel jaringan tubuh. Proses difusi berlangung sederhana, yaitu hanya dengan gerakan molekul-molekul secara bebas melalui membrane sel dari konsentrasi ti nggi atau tekanan tinggi ke konsentrasi rendah atau tekanan rendah.

Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui inspirasi dari rongga hidung sampai alveolus. Di alveolus oksigen mengalami difusi ke kapiler arteri paru-paru. Masuknya oksigen dari luar menyebabkan tekanan parsial oksigen (PO2) di alveolus lebih tinggi dibandingkan dengan PO2 di kapiler arteri paru-paru. Karena proses difusi selalu terjadi dari daerah yang bertekanan tinggi ke derah bertekanan rendah , oksigen akan bergerak dari alveolus menuju kapiler arteri paru-paru.


Oksigen di kapiler arteri diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin sampai jenuh. Makin tinggi tekanan parsial oksigen di alveolus, semakin banyak oksigen yang terikat oleh hemoglobin dalam darah. Oksigen yang berikatan dengan hemoglobin akan membentuk oksihemogblobin.

Reaksi antara hemoglobin dan oksigen berlangsung secara reversible (bolak-balik) yang dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu suhu, pH, konsentrasi oksigen dan karbon dioksida, serta tekanan parsial.

Hemoglobin akan mengangkut oksigen ke jaringan tubuh yang kemudian akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses respirasi. Di dalam sel-sel tubuh atau jaringan tubuh, oksigen digunakan untuk proses respirasi di dalam mitokondria sel. Semakin banyak oksigen yang digunakan oleh sel-sel tubuh, semakin banyak karbondioksida yang terbentuk dari proses respirasi. Hal tersebut menyebabkan tekanan parsial karbon dioksida atau PCO2 dalam sel-sel tubuh lebih tinggi dibandingkan PCO2 dalam kapiler vena sel-sel tubuh. Oleh karena itu, karbon dioksida dapat berdifusi dari sel tubuh ke kapiler vena sel tubuh yang kemudian akan dibawa oleh eritrosit menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi difusi CO2 dari kapiler vena menuju alveolus. Proses tersebut terjadi karena tekanan parsial CO2 pada kapiler vena lebih tinggi daripada tekanan parsial CO2 dalam alveolu. Karbondioksida ahirnya akan dikeluarkan dari tubuh melalui ekspirasi.

Berdasarkan tempat terjadinya pertukaran gas O2 dan CO2, pernapasan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
pernapasan luar/respirasi eksternal, yaitu pertukaran O2 dalam alveolus dengan CO2 dalam darah.
pernapasan dalam/respirasi internal, yaitu pertukaran gas O2 dengan CO2 dari aliran darah dengan sel-sel tubuh
Saat kita menghirup udara, O2 akan bergerak menembus alveolus paru-paru, lalu diikat dan diangkut oleh darah menuju ke seluruh jaringan tubuh. Sekitar 97% oksigen yang masuk ke dalam darah akan diangkut oleh hemoglobin/eritrosit, sedangkan yang 2-3 % lagi akan larut dan diangkut oleh plasma darah. Oksigen yang terikat dalam Hb dikenal dengan oksihemoglobin (HbO2). Persamaan reaksi oksigen dengan hemoglobin adalah sebagai berikut:S
Hb + O2 —-> HbO2 (pengikatan oksigen oleh darah di alveolus paru-paru)
HbO2 —–> Hb + O2 (pelepasan oksigen oleh darah, selanjutnya oksigen diambil oleh sel-sel tubuh)

Perpindahan oksigen dari atmosfer ke alveolus paru-paru, lalu ke darah, dan selanjutnya ke dalam jaringan tubuh dapat terjadi karena adanya perbedaan tekanan parsial oksigen. Tekanan udara adalah satu atmosfer atau 760 mmHg, sedangkan tekanan parsial oksigennya adalah 150 mmHg. Tekanan parsial oksigen pada kapiler darah adalah 100 mmHg, sedangkan tekanan parsial oksigen dalam jaringan tubuh antara 0 sampai 40 mmHg. Keadaan inilah yang memungkinkan oksigen berdifusi dari luar ke darah lalu ke jaringan.

Hal yang berkebalikan terjadi pada perpindahan CO2. Tekanan parsial CO2 yang tertinggi adalah jaringan tubuh. Berturut-turut semakin rendah pada  darah dan di luar tubuh. Dengan cara yang sama CO2 dapat berpindah secara difusi dari jaringan hingga keluar tubuh.

PROSES PENGANGKUTAN O2
Proses oksidasi biologi di dalam sel dan jaringan akan menghasilkan zat-zat sisa seperti CO2 dan H2O. Zat-zat ini harus segera dikeluarkan dari dalam tubuh. CO2 yang dihasilkan oleh jaringan akan keluar dari sel dan masuk ke dalam darah untuk beredar bersama darah. Di dalam darah CO2 akan diangkut ke paru-paru dalam tiga bentuk, yaitu:
a. Diangkut dalam bentuk HCO-3 (bikarbonat) oleh plasma darah (60%-70%)
CO2 bereaksi dengan H2O plasma (cairan sel) dari eritrosit dengan bantuan enzim karbonat anhidrase menyebabkan terbentuknya asam karbonat (H2CO3).  H2CO3 lalu terurai menjadi ion H+ dan HCO-3 (bikarbonat). Karena ion H+ dapat menyebabkan perubahan pH (keasaman), oleh sebab itu segera diikat oleh Hb menjadi HHb (asam hemoglobin). Sedangkan ion HCO-3 akan segera meninggalkan eritrosit masuk ke plasma darah. Kedudukan ion HCO-3 di dalam eritrosit diganti oleh ion klor (Cl). Inilah yang disebut dengan pertukaran klorida.

Di dalam paru-paru reaksi yang berkebalikan terjadi. HCO-3 yang telarut dalam plasma darah akan bergabung kembali dengan H+ yang semula diikat Hb membentuk H2CO3 kembali, juga dengan bantuan karbonat anhidrase. H2CO3 lalu terurai kembali menjadi CO2 dan H2O, kemudian akan dikeluarkan dari dalam paru-paru. Sementara itu Hb yang telah melepaskan H+ akan mengikat kembali O2 di alveolus.

b. CO2 akan diikat oleh Hb membentuk karbominohemoglobin (25%)
CO2 + Hb —–> HbCO2
c. CO2 diangkut oleh plasma darah dalam bentuk senyawa asam karbonat

PROSES PENGANGKUTAN CO2
Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk dikeluarkan sebagai udara pernapasan.
Ada 3 (tiga) cara pengangkutan CO2 :
 Sebagai ion karbonat (HCO3), sekitar 60 – 70%.
Sebagai karbominohemoglobin (HbCO2), sekitar 25%.
Sebagai asam karbonat (H2CO3) sekitar 6 – 10%.
ALIRAN DARAH MANUSIA
Sistem peredaran darah manusia merupakan sebuah perangkat transportasi yang paling sempurna dan menakjubkan di dunia (memiliki panjang pembuluh melebihi panjang seluruh rel kereta api di dunia antara 100 ribu hingga 150 ribu km)
Sistem peredaran darah - Bertugas menyiapkan darah lalu mengedarkannya ke seluruh jaringan badan yang membutuhkannya. Sistem ini akan membuang sel-sel yang rusak lalu menggantikannya dengan membentuk sel-sel baru (sel-sel darah merah, satu juta sel darah per detiknya. Dalam setiap menitnya, sistem peredaran darah ini mampu mengedarkan 5 liter darah ke seluruh tubuh (siang dan malam)

Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas bagian interseluler yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsur padat yaitu sel darah. Darah merupakan cairan tubuh yang terdapat dalam jantung dan pembuluh darah. Volume darah secara keseluruhan sekitar 1/12 berat badan manusia atau kira-kira 5 liter (55% cairan; 45% sel darah).

FUNGSI.DARAH
1. Sebagai Sistem Pengangkutan

Mengangkut hasil-hasil pencernaan Hasil pencernaan berupa glukosa, asam-asam amino, asam-asam lemak, gliserol, berbagai jenis  vitamin dan ion mineral yang dibawa dari usus keseluruh tubuh..  Mengangkut oksigen (O²) dari paru-paru  ke seluruh tubuh.       O² +       hemoglobin eritrosit oksihemoglobin. Oksigen akan dilepaskan jika konsentrasinya rendah misalnya dalam jaringan.

a. Mengangkut karbon dioksida (CO²) dari seluruh badan ke paru-paru.
Karbon dioksida meresap kedalam darah (81%) dan sisanya sebagai karbon dioksida terlarut
 Karbon dioksida berikatan dengan  eritrosit dan bergabung dengan air untuk membentuk asam karbonik, dengan bantuan enzim.
Asam karbonik terurai untuk membentuk ion H+ dan ion-ion bikarbonat. Kemudian ion-ion bikarbonat terlarut dalam plasma darah natrium bikarbonat dan sebagaian lagi berikatan dengan hemoglobin dan membentuk karbamino-hemoglobin.
Diparu-paru jumlah karbon dioksida rendah sehingga dilepaskan kemudian meresap dalam alveolus
b. Mengangkut air
Darah mengangkut air dari usus dan organ ginjal ke seluruh badan yang memerlukannya. Air yang berlebihan akan diangkut oleh darah ke ginjal untuk dibuang/filter.

c. Mengangkut bahan-bahan ekskresi
Yaitu zat sampah seperti urea, asam urat, kreatinin dan lain-lainnya yang diangkut ke alat-alat ekskresi. asam amino berlebih dibawa kehati untuk diuraikan menjadi amonia yang bekerja dengan karbon membentuk urea.
Mengangkut hormon
Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin dan dibawa oleh darah keseluruh jaringan tubuh yang  membutuhkannya. contoh : hormon insulin
      
2. Sebagai Sistem Pertahanan
Leukosit terdiri dari berbagai sel penyusun (netrofil, eosinofil, basofil, limfosit, monosit) yang mempunyai fungsi pencegahan penyakit.
 Fagositosis (memakan sel yang telah rusak atau mati). Sel yang melakukan fagositosis disebut fagosit. Contoh fagosit antara lain Granulosit, monosit dan T-limfosit.
3.    Mengatur keseimbangan asam-basa (pH) darah.
4.    Mengatur suhu tubuh.
Darah mempunyai kemampuan untuk mengatur suhu tubuh, karena air yang terdapat di dalam darah mempunyai 3 macam sifat yang sesuai untuk kepentingan tersebut yaitu panas jenis air relatif tinggi ( jumlah kalori yang dibutuhkan untuk meningkatkan 1 C dari substansi 1 kg).
5.    Mencegah pendarahan.
6.    Mengatur keseimbangan cairan antara darah dengan cairan jaringan.
 Alat yang berfungsi mengedarkan darah keseluruh tubuh manusia meliputi :
1.    Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan sistem saluran tertutup yang mengantar darah dari jantung keseluruh bagian tubuh dan kembali ke jantung.
Darah keluar dan kembali kejantung melalui dua peredaran yaitu :
Peredaran paru : darah melalui arteri pulmonaria masuk ke paru dan kembali ke jantung melalui vena Pulmonaris
Peredaran sistematik : darah keluar melalui aorta ke seluruh tubuh dan kembali kejantung melalui vena kava superior dan inferior serta vena kardiak
Jenis-jenis pembuluh darah :
Arteri :rwarna kekuningan/kebiruan yang ditandai dengan  denyutanya. Selalu membawa darah yang kaya O². arteri kecil disebut arteriol
Kapiler : tempat tercurahnya darah arteriol. Dinding kapiler berfungsi sebagai membran semiperbiamel yang dapat ditembus oleh air, kristaloid dan beberapa protein plasma
Venula : mengumpulkan darah dari anyaman kapiler dan bergabung dengan venula lain membentuk vena
 Vena : berwarna biru tua, tidak berdenyut kuat. Vena lebih banyak dan lebih beragam dari arteri. Penampangnya lebih besar dan memiliki katup. Katup ini berfungsi mencegah aliran balik darah kedalam vena di daerah kepala dan anggota bila tekanan rongga perut meningkat.
SALURAN LIMPA
Sistem saluran limfa berhubungan erat dengan sistem sirkulasi darah. Sebagian cairan yang meninggalkan sirkulasi dikembalikan melalui saluran limfe yang merembes dalam ruang-ruang jaringan.
Sistem limfa tersusun komponen-komponen berikut:

1.    Kapiler limfa
Salur halus yang mempunyai dinding selapis sel. Kapiler limfa bercabang-cabang dan tertutup di ujungnya.

2.    Saluran limfa
Serupa dengan vena kecil, tetapi memiliki lebih banyak katup. Pembuluh limfe terkecil (kapiler limfe) tersusun atas selapis endotelium dalam setiap organ. Sejenis pembuluh limfe khusus disebut laktea.

3.    Lakteal
Saluran limfa yang terdapat di dalam vilus usus. Lakteal menerima titisan lemak yang terbentuk dari asam lemak dan gliserol yang diserap melalui dinding usus.

4.    Kelenjar limfe (nodus limfe)
Berbentuk seperti kacang. Berfungsi sebagai penyaring bakteria, leukosit yang mati dan benda-benda asing yang berada dalam aliran limfe. Biasanya terdapat di tempat-tempat pembentukan limfosit (leher, axila, torax, abdomen dan lipatan paha)

5. Duktus limfa
Cairan limfe dalam saluran limfe memasuki duktus limfa yang lebih besar    dan membawa cairan limfa ke dalam vena sebelum memasuki jantung.
Fungsi Sistem Limfa

1.    Sebagai sistem pertahanan
Limfa mempunyai leukosit yang terdiri daripada berbagai jenis yang mempunyai fungsi berlainan dalam pencegahan penyakit.
Keimunan diperoleh oleh tubuh apabila B-limfosit berikatan dengan antibodi. Antibodi menyerang patogen yang menyerang tubuh. Antibodi yang dihasilkan terdiri daripada 5 jenis iaitu aglutinin, presipitin, opsonin, lisin dan antitoksin.
 Fagositosis dilakukan oleh fagosit. Fagosit dalam sistem limfa adalah leukosit yang membunuh benda asing, sel-sel terinfeksi dan sel-sel tubuh yang rusak atau tua.Granulosit, monosit dan T-limfosit adalah contoh fagosit dalam sistem limfa.

2.    Sebagai sistem pengangkutan
Membawa hasil-hasil pencernaan khususnya asam lemak dan gliserol yang meresap ke dalam lakteal.
Mengangkut gas terutama karbon dioksida dari jaringan ke sistem darah melalui duktus toraks dan duktus limfe kanan. Di jaringan, karbon dioksida masuk ke dalam kapilari limfa sebagai karbon dioksida terlarut. Sebagian karbon dioksida dibawa sebagai asam karbonik dan natrium bikarbonat.
Sistem limfe membawa cairan, protein, garam mineral yang berlebih dan zat-zat sisa dari jaringan ke sirkulasi darah untuk diuraikan hati dan dibuang oleh ginjal.
 Membawa hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar endokrin dari jaringan ke dalam aliran darah.
LIMPA
Limpa ialah kelenjar berwarna ungu tua yang terletak di sebelah kiri abdomen di daerah hipogstrium kiri di bawah iga kesembilan, sepuluh dan sebelas. Tersusun oleh jaringan ikat, sedangkan isi limfe (pulpa) terdiri atas jaringan limfe dan sejumlah besar sel darah. Limfe dibungkus oleh kapsul yang terdiri dari jaringan kalogen dan elastik dan beberapa serabut otot halus. Pembuluh darah limpa menuangkan isinya langsung kedalam pulpa sehingga darahnya dapat bercampur dengan unsur limpa dan dihantarkan ke hati.

FUNGSI LIMPA

Sewaktu masih janin limpa membentuk sel darah merah dan saat dewasa limpa juga membentuk sel darah merah bila fungsi sum-sum tulang rusak.
Sel darah merah yang sudah rusak dipisahkan dari sirkulasi
Limfa juga menghasilkan limfosit
Diperkirakan limpa juga bertugas menghancurkan sel darah putih, zat-zat anti (antibodi) dan trombosit.
Terlibat sebagai perlindungan terhadap penyakit.
Organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basis diatas dan puncaknya dibawah. Beratnya sekitar 300 gr

Fungsi utama jantung adalah memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.
Jantung terbagi oleh buah septum (sekat) menjadi dua belahan yaitu kiri (1 atrium dan 1 ventrikel) dan kanan (1 atrium dan 1 ventrikel). Setiap ventrikel dan atrium dihubungkan oleh lubung atrio-ventrikuler yang pada setiap lubang terdapat katup. Katup ini berfungsi agar darah mengalir hanya satu aliran saja (atrium ke ventrikel).

Darah yang kaya oksigen dari paru-paru masuk melalui vena pulmonalis kedalam atrium kiri jantung dan menuju  ventrikel kiri   aorta   terjadi sirkulasi sistematik dimana darah yang kaya akan oksigen akan dihantarkan keluar jantung melalui vena kava menuju atrium kanan, kemudian ventrikel kanan dan akhirnya keluar jantung dibawa keseluruh tubuh  melalui arteri pulmonalis

Jantung berkontraksi  memompa darah. Jika jantung relaksasi  bilik-bilik jantung akan terisi dengan darah. Fase kontraksi disebut sistol, sedangkan fase relaksasi disebut diastol. Ketika ventrikel relaksasi  darah mengalir ke jantung menutup katup semilunar. Ventrikel lebih tebal dibandingkan atrium karena ventrikel memompa darah keseluruh bagian tubuh. Sedangkan  atrium hanya memompa darah untuk daerah paru-paru dan sekitarnya. Gerakan jantung dipengaruhi oleh sistem saraf vagus (penyebab gerakan jantung diperlambat atau dihambat) dan simpatetik (mempengaruhi irama jantung).

Tekanan darah
Tekanan darah arterial ialah kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah yang menampungnya, berubah-ubah setiap tahap siklus jantung. Selama kontraksi ventrikuler (ventrikel kiri memaksa darah masuk aorta) tekanan naik sampai puncak disebut tekanan sistolik. Selama relaksasi tekanan turun, nilai terendah disebut tekanan diastolik.

Tekanan darah sistolik dihasilkan oleh otot jantung yang mendorong isi ventrikel masuk kedalam arteri yang telah terengang. Selama arteri relaksasi masih menggembung karena tahanan perifer dari arteriol untuk menghalangi seluruh darah mengalir kedalam jaringan. Kontraksi ini dipertahankan oleh saraf vasokonstriktor dan dikendalikan oleh pusat vasomotorik dalam medula oblongata.

PARU MANUSIA
 Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara. Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.
 
Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli). Gelembung alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan luas permukaannya ± 90m2. Banyaknya gelembung paru-paru ini kurang lebih 700juta buah.

Paru-paru dibagi dua:
Paru-paru kanan terdiri dari tiga lobus, lobus pulmodekstra superior, lobus media, dan lobus inferior. Paru-paru kiri, terdiri dari dua lobus, pulmo sinistra lobus superior dan lobus inferior. Tiap-tiap lobus terdiri dari belahan yang lebih kecil bernama segmen. Paru-paru kiri mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dan lima buah segmen pada inferior. Paru-paru kanan mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dua buah segmen pada lobus medial, dan tiga buah segmen pada lobus inferior. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang bernama lobulus.

Diantara lobulus satu dengan yang lainnya dibatasi oleh jaringan ikat yang berisi pembuluh darah getah bening dan saraf, dalam tiap-tiap lobulus terdapat sebuah bronkeolus. Di dalam lobulus, bronkeolus ini bercabang-cabang yang disebut duktus alveolus. Tiap-tiap duktus alveolus berakhir pada alveolus yang diameternya antara 0,2 – 0,3 mm.

Letak paru-paru di rongga dada datarannya menghadap ke tengah rongga dada/kavum mediastinum. Pada bagian tengah terdapat bagian tampuk paru-paru yang disebut hilus. Pada mediastinum depan terdapat jantung. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi menjadi dua:

1. Pleura visceral (selaput dada pembungkus), yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru.
2. Pleura parietal, yaitu selaput yang melapisi rongga dada luar.
Antara kedua pleura ini terdapat ronggga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini hampa udara, sehingga paru-paru dapat berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaan pleura, menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan bernafas.

CARA KERJA PARU
Paru-paru berfungsi sebagai penyuplai oksigen bagi tubuh kita, dan ia bekerja secara otomatis. Ketika tubuh bekerja keras, paru-paru akan bekerja lebih cepat. Sebaliknya, ketika tubuh dalam keadaan santai, paru-paru juga bekerja dengan lebih

Manusia menghirup udara untuk mendapatkan oksigen, namun tidak semua udara yang dihirup dapat digunakan oleh tubuh, karena udara tercampur dengan berbagai jenis gas. Pada waktu kita bernapas, paru-paru menarik udara dari ruang tenggorokan. Saat dihembuskan, rangka tulang rusuk tertarik ke arah dalam, dan diafragma di bawah tulang rusuk bergerak ke atas. Ketika paru-paru mengecil, udara yang ada di dalam kantung udara sedikit demi sedikit terdorong ke luar melalui batang tenggorokan.

JANTUNG MANUSIA
Tubuh manusia mengandung tiga jenis pembuluh darah, yaitu:

Pembuluh darah arteriole (Arteries).
Pembuluh darah halus (Venis).
Pembuluh darah rambut / kapiler Capillaries).

Arteriole, pembuluh jenis ini adalah pembuluh darah yang membawa darah yang kaya gas oksigen, dari jantung menuju seluruh sel – sel dalam tubuh. Semakin jauh arteriole meninggalkan jantung,maka bentuknya akan semakin kecil (Arteriols), sampai akhirnya mencapai bentuk rambut halus (sangat kecil) dan hamper tidak dapat dilihat tanpa bantuan alat (mikroskop).

Pembuluh darah halus (Veins) adalah suatu urat yang menjadi pembuluh darah dan bertugas membawa darah daru organ – organ tubuh dan perangkat – perangkatnya menuju jantung . semua pembuluh halus tersebt membawa darah yang kaya dengan gas karbon dioksida dan kurang gas oksigennya (selian empat pembuluh darah halus paru – paru). Oleh karena itu, akan tampak warna darah urat pembuluh dar yang kehijauan. Dinding urat pembuluh darah tersebut tidaklah mengandung banyak serat otot sebagaimana yang banyak terdapat pada arteriole.

CARA DARAH MENGALIR DALAM PEMBULUH DARAH
Darah yang mengalir didalam arteriole tergantung pada kekuatan kontraksi jantung dan daya pompanya. Selai itu, aliran darah tersebut akan selalu dijaga oleh kontraksi dinding arterilole yang mengandung serat otot dalam jumlah yang besar. Maka bagaimanaka jka darah berjalan didalam pembuluh darah halus (veins) sedangkan dindingnya sangat kekurangan sel – sel otot. Pada prinsipnya, pengaturan aliran dan pergerakan darah dalam vein berpegangan pada dua factor penting, yaitu:

Katup – katup yang berada di dalam urat pembuluh darah. Katup – katup ini “mempersilahkan” darah untuk menuju satu arah dan tidak akan “memperkenalkan” darah untuk mengalir dengan arah yang berlawanan. Bagaimanakah darah dapat mengalir menuju jantung dan melawan arah gerak gaya gravitasi jika katup – katup tersebut tidak terdapat dalam vein da dan perut besar?

Kontraksi otot – otot yang mengelilingi vein. Pada saa otot – otot yang berada didekat vein berkontraksi , bergerak, berjalan, dan melakukan aktivitas olahraga, maka akan mendorong dan menjaga darah yang ada didalamnya untuk selalu mengalir. Berdasarkan fakta terseut, melakukan aktivitas olah raga dapat menjaga gerakan siklus darah dan mencegah stagnasi darah ddalam vein (pembuluh darah halus).

• Organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basis diatas dan puncaknya dibawah. Beratnya sekitar 300 gr
Fungsi utama jantung adalah memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.
Jantung terbagi oleh buah septum (sekat) menjadi dua belahan yaitu kiri (1 atrium dan 1 ventrikel) dan kanan (1 atrium dan 1 ventrikel). Setiap ventrikel dan atrium dihubungkan oleh lubung atrio-ventrikuler yang pada setiap lubang terdapat katup. Katup ini berfungsi agar darah mengalir hanya satu aliran saja (atrium ke ventrikel). Darah yang kaya oksigen dari paru-paru masuk melalui vena pulmonalis kedalam atrium kiri jantung dan menuju  ventrikel kiri   aorta   terjadi sirkulasi sistematik dimana darah yang kaya akan oksigen akan dihantarkan keluar jantung melalui vena kava menuju atrium kanan, kemudian ventrikel kanan dan akhirnya keluar jantung dibawa keseluruh tubuh  melalui arteri pulmonalis

Jantung berkontraksi  memompa darah. Jika jantung relaksasi  bilik-bilik jantung akan terisi dengan darah. Fase kontraksi disebut sistol, sedangkan fase relaksasi disebut diastol. Ketika ventrikel relaksasi  darah mengalir ke jantung menutup katup semilunar. Ventrikel lebih tebal dibandingkan atrium karena ventrikel memompa darah keseluruh bagian tubuh. Sedangkan  atrium hanya memompa darah untuk daerah paru-paru dan sekitarnya. Gerakan jantung dipengaruhi oleh sistem saraf vagus (penyebab gerakan jantung diperlambat atau dihambat) dan simpatetik (mempengaruhi irama jantung).

Jantung memiliki bentuk jantung cenderung berkerucut tumpul. Jantung pada tubuh manusia menempati diantara kedua paru-paru tepatnya pada bagian tengah rongga toraks. Sebuah jantung memiliki 4 buah ruang berongga. Ukuran jantung sendiri kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya.Jantung manusia terletak di sebelah kiri bagian dada, di antara paru-paru, terlindungi oleh tulang rusuk. Pada bagian luar terdiri dari otot-otot yang saling berkontraksi. Otot-otot inilah yang berperan penting dalam memompa darah melalui pembuluh arteri.

Letak Jantung
Jantung terletak didalam rongga mediastinum dari rongga dada(thorax), diantara kedua paru.

Bagian depan dilindungi oleh sternum dan tulang-tulang iga setinggi kosta ke-3 sampai ke-4.
Dinding samping berhubungan dengan paru-paru dan vaises mediastinalis.
Dinding atas setinggi thorakal ke-6 dan servikal ke-2 berhubungan dengan aorta, pulmonalis dan bronkus dekstra dan sinistra.
Dinding belakang, mediastinum posterior oesofagus, aorta deseenden, vena azigos, dan kolumna vertebra torakali
Bagian bawah berhubungan dengan diafragma
Dua pertiga jantung berada disebelah kiri sternum. Apeks jantung, berada di sela iga ke empat atau kelima pada garis tengah klavicula. Pada dewasa rata-rata panjangnya kira-kira 12cm dan lebar 9cm dengan berat 3000-400gram.

Struktur Jantung
Pada bagian permukaan inferior atau diafragma sebagian besar adalah ventrikel kiri dan ventrikel kanan. Batas kanan jantung dibentuk oleh vena kava superior dan atrium kanan, sedangkan batas kiri jantung dibatasi oleh dinding lateral ventrikel kiri. Basis jantung dibentuk oleh atrium kiri dan sebagian atrium kanan yang berada di iga ke-2. Selaput yang membungkus jantung disebut pericardium, yang terdiri dari dua lapisan:
1. Pericardium Fibrosa, yaitu lapisan luar yang melekat pada tulang dada, diafragma dan pleura.
2. Pericardium Serosa, yaitu lapisan dalam dari pericardium terdri dari lapisan parietalis; melekat pada pericardium fibrosa dan lapisan viseralis yang melekat pada jantung yang juga disebut epikardium
Diantara kedua lapisan tersebut terdapat ronggga yang disebut rongga pericardium yang berisi sedikit cairan pelumas atau yang disebut cairan pericardium kurang lebih 10-30ml yang berguna untuk mengurangi gesekan yang timbul akibat gerak jantung. Pericardium juga berfungsi sebagai barier terhadap infeksi dari paru dan mediastinum
Ruang Jantung
Jantung terdiri dari atas 4 ruang, yaitu dua ruang yang berdinding tipis disebut atrium (serambi) dan dua ruang yang berdinding tebal disebut ventrikel (bilik).
1. Atrium
Atrium hanya berfungsi sebagai pompa primer yang meningkatkan efektifitas ventrikel sebagai pompa kira-kira 30% dalam keadaan normal jantung mempunyai kemampuan memompa lebih dari 300-500% darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Atrium kanan berfungsi sebagai penampung (reservoir) darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh melalui vena kava superior dan inverior dan dari jantung melalui sinus koronarius. Tekanan di atrium kanan 2-6 mmHg dengan saturasi oksigen 75%. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan dan selanjutnya ke paru. Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui empat buah vena pulmonalis. Tekanan atrium kiri 4-12mmHg dengan saturasi oksigen 95%-98%. Kedua atrium tersebut dipisahkan oleh sekat yang disebut septum interatrium.
2. Ventrikel
Permukaan dalam ventrikel memperlihatkan alur-alur otot yang disebut trabekula. Beberapa alur tampak menonjol, yang disebut muskulus papilaris. Ujung muskulus papilaris dihubungkan dengan tepi daun katup atrioventrikuler oleh serat-serat yang disebut korda tendinea
a. Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Tebal dinding kanan biasanya 0,5cm dan tekanan sistoliknya 15-30mmHg dan diastolic 0-5mmHg dengan saturasi oksigen 75%.
b. Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta. Tebal dari dinding ventrikel kiri kira-kira 1,5cm. tekanan sistolik ventrikel kiri normalnya adalah 120mmHg dan diastolic 0-10mmHg. Saturasi oksigen sebesar 95-98%.
Kedua ventrikel ini dipisahkan oleh sekat yang disebut septum interventrikel.
Ventrikel sebagai pompa sekunder volume akhir diastolic dan akhir sistolik ventrikel
Volume akhir diastolic adalah selama diastole, pengisian ventrikel dalam keadaan normal meningkatkan volume setiap ventrikel sekitar 120-130ml.
Waktu ventrikel kosong selama systole, volume nya berkurang sekitar 70ml (keadaan normal) yang dinamakan isi sekuncup (stroke volume) dalam keadaan tertentu dapat naik sampai 200ml, dan dapat turun sampai 140ml
Energy untuk kontraksi jantung adalah energy kimia dari metabolism asam lemak dan zat gizi (as.laktat dan glukosa).

Katup-katup Jantung
Terdiri dari 4 katup yang berfungsi untuk mengatur sirkulasi darah. Setiap katup berespon terhadap tekanan. Katup dikelompokkan dalam duan jenis yaitu katup atrioventrikular dan katup semilunar.
a. Katup atrioventrikuler
Letaknya antara atrium dan ventrikel, maka disebut katup atrioventrikuler. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai tiga bauh daun katup, disebut katup tricuspid. Sedangkan katup yang letaknya di atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua daun katup yang disebut katup mitral.katup atrioventrikuler memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke ventrikel pada fase diastolic ventrikel dan mencegah aliran balik pada saat sistol ventrikel (kontraksi).
b. Katup semilunar
Katup semilunar memisahkan ventrikel dengan arteri yang berhubungan. Katup pulmonal terletak pada arteri pulmonalis, memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan. Katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Keduan katup semilunar ini mempunyai bentuk yang sama, terdiri dari tiga daun katup yang simetris disertai penonjolan menyerupai corong yang dikaitkan dengan sebuah cincin serabut. Adanya katup semilunar ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama sistol ventrikel, dan mencegah aliran balik waktu diastole ventrikel.

Lapisan Jantung

Lapisan jantung terdiri dari pericardium, miokardium dan endokardium
1. Perikardium
Lapisan ini merupakan kantung pembungkus jantung yang terletak dalam medistinum minus, terletak posterior terhadap korpus sterni dan tulang rawan iga ke-2 sampai ke-6
Perikardium fibrosum (visceral) merupakan bagian kantung yang membatasi pergerakan jantung terikat dibawah sentrum tendinium diafragma, bersatu dengan pembuluh darah besar melekat pada sternum melalui ligamentum sterno pericardial.

Perikardium serosum (parietal), dibagi menjadi dua bagian yaitu :
  • Perikarium parietalis membatasi pericardium fibrosum sering disebut epikardium.
  • Perikardium visceral mengandung sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah pergerakan jantung.

2. Miokardium
Lapisan otot jantung yang menerima darah dari arteri koronaria, arteri koronaria kiri bercabang menjadi arteri desenden arterior dan tiga arteri sirkumfleks. Arteri koronaria kanan memberikan darah untuk sinotrialnode, ventrikel kanan dan permukaan diafragma ventrikel kanan. Vena koronaria mengembalikan darah ke sinus kemudian bersirkulasi langsung kedalam paru-paru.
3. Endokardium
Dinding dalam atrium diliputi oleh membaran yang mengkilap dan terdiri dari jarringan endotel atau selaput lender yang licin kecuali aurikula dan bagian depan sinus vena kava. Dibagian ini terdapat bundelan otot parallel yang berjalan ke depan kista, kea rah bawah kista terminalis terdapat sebuah lipatan endokardium yang menonjol dan dikenal sebagai valvula vena kava inverior yang berjalan di muara V. inferior menuju kesebelah tepid an disebut vosa ovalis. Diantara atrium kanan dan ventrikel kanan terdapat hubungan melalui orifisium artikulare.

Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis.
Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung.

Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner karena darah dialirkan ke paru-paru.

Darah dalam atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis/mitral, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. dan sebagainya.




LOWONGAN KERJA SLTA SEDERAJAT (63+), LOWONGAN KERJA LULUSAN DIPLOMA (106+), LOWONGAN KERJA LULUSAN SARJANA (129+), SEMUA LOWONGAN KERJA (380+)


Loker di Daerah Maluku
Loker di Daerah Manado
Loker di Daerah Mataram
Loker di Daerah Medan
Loker di Daerah Metro
Loker di Daerah Muara Enim
Loker di Daerah Muaradua
Loker di Daerah Muara Teweh
Loker di Daerah Ngawi
Loker di Daerah Nganjuk
Loker di Daerah Padang
Loker di Daerah Palangkaraya
Loker di Daerah Palembang
Loker di Daerah Palu
Loker di Daerah Pangkal Pinang
Loker di Daerah Papua
Loker di Daerah Papua Barat
Loker di Daerah Pasuruan
Loker di Daerah Pati
Loker di Daerah Pekalongan
Loker di Daerah Pekanbaru
Loker di Daerah Pematang
Loker di Daerah Ponorogo
Loker di Daerah Pontianak
Loker di Daerah Purwokerto
Loker di Daerah Purworejo
Loker di Daerah Prabumulih
Loker di Daerah Riau
Loker di Daerah Samarinda
Loker di Daerah Sampit
Loker di Daerah Semarang
Loker di Daerah Serang
Loker di Daerah Sidoarjo
Loker di Daerah Situbondo
Loker di Daerah Sorong
Loker di Daerah Sukabumi
Loker di Daerah Sukoharjo
Loker di Daerah Sulawesi
Loker di Daerah Sumatera
Loker di Daerah Sumedang
Loker di Daerah Sumenep
Loker di Daerah Surabaya
Loker di Daerah Surakarta
Loker di Daerah Solo
Loker di Daerah Taliwang
Loker di Daerah Tangerang
Loker di Daerah Tembilahan
Loker di Daerah Tuban
Loker di Daerah Timika
Loker di Daerah Tasik Malaya
Loker di Daerah Tegal
Loker di Daerah Tanjung Selor
Loker di Daerah Ternate
Loker di Daerah Tondano
Loker di Daerah Tulungagung
Loker di Daerah Trenggalek
Loker di Daerah Yogyakarta

Gabung di Channel Resmi Kami:
Google Plus Follow
Instagram Follow
Facebook Fanspage Like and Follow
Youtube Channel SUBSCRIBE
Twitter Follow
Blogger Follow Now

Setiap Hari Kami Update Berita dan Info Lowongan Kerja SMA SMK Diploma Sarjana BUMD BUMN Swasta Kementerian dan Lembaga Untuk Seluruh Wilayah Indonesia..

ARSIP : Tahun 2017 January 2018 February 2018 Maret 2018 April 2018 Mei 2018 Juni 2018 Juli 2018 Agustus 2018 September 2018 Oktober 2018 November 2018 Desember 2018

You Might Also Like :
Previous
Next Post »


    OUR SPONSOR :